2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

 

Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berbeda di dalam kelas atau lingkungan sekolah. Sebagai guru, tentunya dipahami bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid.

 

Kebutuhan Belajar Murid 


Kesiapan belajar (readiness)

yaitu kapasitas murid untuk mempelajari materi baru. Dalam kesiapan belajar, kita bisa menggunakan cara memberikan mereka Quiz/pertanyaan terkait pokok bahasan yang akan kita bahas. Namun sebelum itu ada baiknya pada hari sebelumnya kita sudah menyampaikan kepada mereka tentang materi pertemuan berikut.

 

  Minat murid

Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat 'terlibat aktif' dalam proses pembelajaran.

Minat merupakan ketertarikan murid terhadap sesuatu yang dianggap menarik. Disini guru dapat memberikan suatu masalah yang dapat menimbulkan keingintahuan dari murid. Namun tidak semua murid mempunyai minat yang sama, untuk itu kreatifitas guru dalam memilih materi dan media agar terlihat menarik dan unik bagi murid.

Profil belajar murid

Menurut Tomlinson (dalam Hockett, 2018) profil belajar murid ini merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll.

Profil belajar murid yang dapat depelajari berupa: visual, auditoring, enistetik (profil belajar dengan gaya tersendiri)

Diferensiasi Sesuai Kebutuhan Murid

Diferensiasi konten; merupakan pembelajaran yang mengacu pada kemampuan pengetahuan dan keterampilan.

Diferensiasi proses merupakan pembelajaran yang mengacu pada kesiapan belajar murid, gaya belajar, minat, ataupun pendekatan emosional.

Diferensiasi produk; keluaran, tagihan dari yang diharapkan dari murid apa yang telah dipelajari.



Keterkaitan

Sesuai dengan Filosofi Pemikiran KHD Pendidikan harus menuntun anak mencapai kodratnya karena setiap anak adalah pribadi yang berbeda dan memiliki keunikannya masing-masing yang harus ditumbuh kembangkan sesuai dengan potensinya. Guru harus menjadi sosok pamong yang memberi arahan dan menuntun agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

Oleh karena itu agar tercipta pembelajaran berdiferensiasi, kita sebagai pendidik harus memaknai filosofi KHD, menjalankan profil pelajar Pancasila, membuat dan menjalankan budaya positif, namun sebelum itu kita perlu memahami lima kebutuhan dasar manusia kemudian melaksanakan dan dapat membedakan lima posisi kontrol kita sebagai seorang guru. Dari beberapa keterkaitan ini jika bisa akita terapkan dalam dunia Pendidikan sehingga pendidikan di Indonesia semakin maju. Amin

 



Komentar