Postingan

Aksi Nyata Modul 3.3

Gambar
  AKSI NYATA MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID PROGRAM EKSTRAKURIKULER SINEMATOGRAFI (YOHANES SETIAWAN– SMK N 1 KARANGANYAR) PERISTIWA (FACT) Latar Belakang Program Teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi ini berkembang pesat dan perkembangan tersebut sangat bermanfaat bagi kegiatan manusia, salah  satu di antaranya adalah sinematografi yang dapat digunakan untuk media  pembelajaran Potensi  siswa. Ekstrakurikuler  sinematografi membahas tentang ilmu teknik pengambilan gambar, biasanya  hanya untuk menambah wawasan tentang dunia broadcast, dan siswa biasanya  mengikuti ekskul sinematografi hanya sekedar untuk Mencari hiburan, karena  dalam ekskul sinematografi lebih membahas tentang dunia perfilman yang membuat siswa lebih tertarik untuk mengikutinya.    Dalam konteks pendidikan berbasis budaya dan karakter, seperti yang  diterangkan dalam Perda Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan dan Peny...

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri Keputusan Pemimpin Pembelajaran

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri): Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Ki Hajar Dewantara dalam filosofi pemikirannya telah mengajarkan bagaimana seharusnya pendidikan dan bagaimana seharusnya seorang pendidik. Pendidikan itu menuntun,  bukan menuntut, karena setiap anak telah memiliki garis kodratnya meski samar-samar dan tugas pendidik untuk menebalkan garis kodrat itu, secara seimbang antara cipta, karsa dan karyanya agar tumbuh perpaduan tiga unsur tersebut, yaitu budi pekerti. Pendidikan seharusnynya menghamba pada siswa, artinya pembelajaran harus berpihak pada siswa,  siswa itu subyek bukan obyek, pendidik hanyalah fasilitator (bukan instruktur), yang mampu mengasuh dan mengasah anak didiknya dengan asih.  Pendidik/guru adalah pamong bagi murid-muridnya dengan berpeg...

KONEKSI ANTARMATERI – COACHING

Gambar
  KONEKSI ANTARMATERI – COACHING Beberapa pengertian mengenai coaching menurut para ahli, yaitu: Sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Kunci pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003). “…bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.” (International Coach Federation-ICF). Coaching memiliki peran yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menggali potensi murid sekaligus mengembangkannya dengan berbagai strategi yang disepakati bersama. Jika proses coaching berhasil dengan baik, masalah-masalah pembelajaran atau masalah ek...
Gambar
2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1   Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berbeda di dalam kelas atau lingkungan sekolah. Sebagai guru, tentunya dipahami bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek ...

Aksi Nyata II Sosialisai Program Guru Penggerak di Sekolah

Gambar
  LAPORAN AKSI NYATA II SOSIALISASI PROGRAM GURU PENGGERAK FILOSOFI KI HADJAR DEWANTARA DAN BUDAYA POSITIF DI SMK N 1 KARANGANYAR   1.        Latar Belakang Budaya positif merupakan salah satu perwujudan dari filosofi Ki Hadjar Dewantara yaitu tentang terciptanya sebuah sekolah sebagai sebuah taman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai suatu proses menuntun segala kodrat pada anak,hidup tumbuhnya anak itu diluar dari kecakapan atau kehendak   seorang pendidik, setiap anak adalah mahluk, manusia dan benda hidup yang hidup dan bertumbuh menurut kodratnya sendiri. Oleh karenanya seorang pendidik hanyalah sebagai seorang pamong dalam pembelajaran yang di lakukan. Dengan pembiasaan budaya positif di lingkungan sekolah maka pendidik   bisa menjadi teladan, pendorong, dan penyemangat bagi anak didik. Menciptakan lingkungan kelas dan lingkungan sekolah yang memiliki Budaya Positif akan me...